Samuel J. D. Wattimena menekankan peran pengurus PAC dalam mendengarkan kebutuhan masyarakat. Masukan dari kegiatan serap aspirasi akan diperjuangkan melalui fungsi pengawasan dan legislasi di DPR RI.


Jakarta (Republik Informasi) - Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Samuel J. D. Wattimena, menekankan pentingnya peran aktif pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dalam mendengarkan kebutuhan masyarakat serta mendukung kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan dan silaturahmi yang sekaligus menjadi wadah serap aspirasi. Masukan dari pengurus PAC akan dibawa untuk diperjuangkan melalui fungsi pengawasan dan legislasi di DPR RI, terutama terkait persoalan sosial dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Samuel menilai koordinasi yang solid antara kader di tingkat akar rumput dan perwakilan partai di legislatif sangat penting agar program kerakyatan tepat sasaran. Hubungan tersebut perlu dijaga supaya kebutuhan masyarakat menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas perwakilan rakyat.
“Itu yang saya harapkan agar PAC menjadi bagian masyarakat dan turut memajukan UMKM,” kata Samuel J. D. Wattimena.
“Itu yang saya harapkan agar PAC menjadi bagian masyarakat dan turut memajukan UMKM.”— Samuel J. D. Wattimena, Anggota DPR RI
Menurutnya, pengurus PAC perlu senantiasa hadir dan mendengarkan masyarakat. Peran struktur partai di tingkat bawah tidak hanya berkaitan dengan penguatan organisasi, tetapi juga dengan upaya memahami persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kedekatan tersebut, pengurus PAC diharapkan dapat menampung kebutuhan dan menyampaikan masukan masyarakat kepada perwakilan di legislatif. Samuel menekankan pentingnya hubungan yang terjaga antara kader dan warga agar perjuangan politik tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Dialog terbuka dalam kunjungan itu menjadi ruang untuk menghimpun berbagai catatan dari pengurus PAC. Persoalan sosial, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan penguatan sektor UMKM menjadi bagian dari pembahasan mengenai kebutuhan masyarakat di wilayah setempat.
Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, Samuel menempatkan kemajuan UMKM sebagai salah satu perhatian yang perlu dikawal bersama. Ia berharap pengurus PAC turut mengambil peran dengan menjadi bagian dari masyarakat dan mendengarkan kebutuhan pelaku usaha di lingkungannya.
Penekanan terhadap UMKM tersebut berkaitan dengan arah perjuangan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Karena itu, masukan mengenai penguatan usaha masyarakat menjadi bagian dari aspirasi yang akan dibawa legislator PDI Perjuangan tersebut dalam menjalankan tugasnya di DPR RI.
Samuel J. D. Wattimena juga menyoroti pentingnya kesinambungan komunikasi antara struktur partai dan wakil rakyat. Koordinasi diperlukan agar catatan dari tingkat bawah dapat menjadi perhatian dalam memperjuangkan program yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Baginya, kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat merupakan hal yang krusial. Pengurus PAC memiliki peran dalam mendengarkan aspirasi, sementara perwakilan di legislatif membawa masukan tersebut melalui fungsi dan kewenangan yang melekat pada tugasnya.
Kehadiran fungsionaris partai di tengah kader dan masyarakat diharapkan dapat menjaga hubungan tersebut. Kunjungan dan silaturahmi menjadi kesempatan untuk mempertemukan masukan dari akar rumput dengan upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur legislatif.
Berbagai catatan yang dihimpun dalam kegiatan serap aspirasi itu akan menjadi bahan perjuangan melalui fungsi pengawasan dan legislasi. Samuel mengaitkan tindak lanjut tersebut dengan perlunya koordinasi yang solid agar aspirasi masyarakat tetap mendapat perhatian.
Dengan demikian, peran pengurus PAC dalam kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian masukan saat pertemuan. Harapan yang ditekankan adalah keterlibatan aktif dan berkelanjutan untuk mendengarkan masyarakat, sekaligus menjaga komunikasi dengan perwakilan partai di DPR RI.
Samuel menegaskan arah kerja bersama yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Dalam kerangka itu, persoalan sosial dan penguatan ekonomi kerakyatan menjadi perhatian yang perlu dihubungkan dengan kebutuhan nyata masyarakat melalui kegiatan dialog dan penyerapan aspirasi.
Kerja gotong royong juga menjadi bagian dari komitmen yang mengemuka dalam penutupan kunjungan. Semangat tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antarkader serta menjaga keterlibatan struktur partai dalam mengawal kepentingan warga di wilayah masing-masing.
Kunjungan dan silaturahmi diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus merapatkan barisan, memperkuat gotong royong, dan mengawal aspirasi masyarakat. Komitmen itu menjadi penegasan bahwa penguatan organisasi berjalan seiring dengan perjuangan bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!